



You want see the most yummi food in the world .... !
Cheese burger dan piza memang nikmat. Tanpa kita sadari inilah yang jadi makanan kita setiap hari. Padahal, dua jenis makanan ini, dan junk food lainnya, sangat berbahaya untuk kesehatan kita.
Kita pasti pernah berada dalam kondisi ini: lagi iseng jalan-jalan di mal, perut lapar, pilihan langsung jatuh pada paket hemat yang terdiri atas ayam goreng dan minuman soda. Sedang ada acara ngumpul di rumah, untuk konsumsinya kita pesan satu piza ukuran family. Di lain waktu, kita nonton bareng pacar. Sebelum masuk bioskop kita beli dulu cokelat plus minuman soda. And� saat nonton VCD kita ditemani sekantong keripik kentang. Lagi iseng nunggu bus atau habis berolahraga, yang diambil bukan air putih melainkan minuman bersoda.
Kalau pola makan kita seperti ini terus lama-lama berbahaya, lho. Karena makanan yang masuk ke dalam perut kita itu bisa digolongkan sebagai junk food.
Junk food adalah kata lain untuk makan yang jumlah kandungan nutrisinya terbatas. Umumnya nih yang termasuk dalam golongan junk food adalah makanan yang kandungan garam, gula, lemak, dan kalorinya tinggi, tetapi kandungan gizinya sedikit. Yang paling gampang masuk dalam jenis ini adalah keripik kentang yang mengandung garam, permen, semua dessert manis, makanan fast food yang digoreng, dan minuman soda atau minuman berkarbonasi. Biasanya di makanan yang punya label junk food ini kandungan vitamin, protein, atau mineralnya sangat sedikit. Padahal, semua itu sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh kita. LIHAT BERITA SELANJUTNYA.
TIDAK semua persalinan seseorang bisa berlangsung lancar secara normal, kadang akan melalui proses persalinan buatan dengan alat ektraksi vakum , forseps, atau melalui proses operasi Caesar. Cara persalinan buatan dengan ekstraksi vakum relatif banyak digunakan para dokter kebidanan saat ini, teknik persalinan buatan ini relatif aman baik bagi ibu maupun bayinya.
Selama ini banyak beredar rumor di masyarakat tentang dampak buruk ekstraksi vakum bagi kesehatan anak, sehingga para ibu takut dan menolak dilakukan ekstraksi vakum sehingga meminta tindakan operasi Caesar. Sebenarnya alasan penolakan sang ibu tersebut kurang tepat karena semua tindakan persalinan dengan alat bantu tersebut jika dilakukan oleh tenaga terlatih/profesional yang kompeten, tetap aman bagi bayi dan ibu.
Penggunaan alat ekstraksi vakum bertujuan membantu sang bayi lahir tepat waktu sesuai kesepakatan umum yang dipakai para ahli kebidanan yakni pada kehamilan pertama rentang waktu mengejan antara sampai 2 jam dan untuk ibu yang sudah pernah melahirkan dengan rentang waktu hingga 1 jam, malah rentang waktu tersebut bisa dipersingkat atas indikasi bayi atau ibu. Semua batasan waktu yang dipakai tersebut demi upaya menurunkan risiko angka kesakitan dan kematian terhadap bayi.
Teknik melahirkan bayi menggunakan alat vakum telah diperkenalkan sejak tahun 1840 oleh Simpson, dan model alat ini terus berubah demi mengurangi risiko pada bayi yang diperkenalkan Malmstrom tahun 1954. Alat ekstraksi vakum dibuat dalam dua bentuk. Ada yang terbuat dari bahan stainless dan silastic yang masing-masing punya keunggulan. Prinsip kerja alat ekstraksi vakum adalah dengan memberikan tekanan negatif,sehingga akan membentuk kaput dikulit kepala bayi yang berguna sebagai tempat tarikan saat ibu mengejan. Penggunaan alat ektraksi vakum pada persalinan buatan hanya untuk tenaga tambahan bukan menggantikan tenaga mengejan ibu, kekuatan dan teknik dalam menarik kepala bayi inilah yang sering menjadi faktor risiko terjadi komplikasi terutama untuk bayi. Bila tarikan terlalu kuat berisiko terjadi perdarahan dibawah kulit atau perdarahan otak. Karena dilakukan tarikan kepala bayi dengan ala
Alasan pemilihan alat ekstraksi vakum (alat bantu persalinan pervaginam) adalah untuk menghindari tingginya angka operasi Caesar, yang sudah tentu membutuhkan biaya relatif lebih besar dan risiko dari tindakan operasi terhadap ibu, bila dibandingkan dengan tindakan ekstraksi vakum.
Hal yang sering membuat sang ibu takut anaknya dilahirkan dengan ekstaksi vakum adalah akibat terbentuknya kaput (kulit kepala anak yang menonjol) segera saat bayi lahir, sebenarnya kaput tersebut tak perlu dirisaukan sebab kaput tersebut memang harus ada untuk tempat kepala bayi tersebut. Seorang tenaga profesional dalam melakukan tarikan telah mempunyai feeling atau rasa dalam kekuatan tarikan yang diberikan, operator biasa dapat menilai apakah tarikan yang diberikan telah sesuai dengan menilai ada bagian kepala anak yang turun dari jalan lahir. Bila tarikan yang diberikan telah optimal tapi tidak signifikan dengan majunya kepala bayi, dokter/operator kemungkinan akan mempertimbangkan tindakan operasi Caesar, demi mencegah hal komplikasi yang tidak diinginkan
Komplikasi yang sering terjadi pada tindakan partus buatan dengan ektraksi vakum, biasanya timbul akibat terlalu lama dan terlalu kuatnya tarikan. Kadang sering juga operator menghadapi kendala dari pihak keluarga akibat sikap keluarga yang tidak siap untuk operasi dan meminta dokter untuk mencoba tetap lahir pervaginam, walau dokter telah merasa tarikan vakum sangat berat. Dampak dari anak yang dilahirkan dengan bantuan alat ektraksi vakum bila dilakukan oleh tenaga profesional biasanya tetap aman, seperti laporan penelitian yang dilakukan oleh Towner dkk dari California (1999) dari 583.400 wanita, selama 2 tahun, baik melalui operasi, tarikan forseps, vakum dan lahir spontan. Dari hasil penelitian tersebut terlihat risiko terjadi perdarahan intrakranial pada bayi sangat bervariatif baik ibu melahirkan secara normal, memakai alat maupun dengan lahir dengan operasi Caesar. Sebagai contoh, risiko terjadi perdarahan intrakranial akibat tindakan vakum 1 0rang setiap 860 tindakan, sedangkan akibat lahir spontan 1 kasus setiap 1900. Sedangkan bila bayi lahir dengan tarikan forseps risiko perdarahan otak hanya 1 kasus setiap 600 bila dibandingkan dengan operasi Caesar 1 kasus setiap 900. Hasil penelitian tadi memberi gambaran pada kita tentang kecilnya risiko terjadi perdarahan otak pada bayi yang dilahirkan dengan ekstraksi vakum
Sedang dalam hal pengaruh terhadap kepintaran sang anak juga tidak ada perbedaan yang bermakna, mari kita amati penelitian yang dilakukan Seidman dkk(1991) di West Yerusssalem Hospital setelah sang anak berusia 17 tahun, anak yang dilahirkan spontan mempunyai inteligen skore 105, kelahiran dengan Forseps 104, anak yang lahir dengan vakum 105 dan dengan operasi Caesar 103.
Malah hasil anak yang dioperasi memberikan hasil Inteligen skor yang relatif rendah dari lahir pervaginam. Bila kita kaji hasil penelitian ini memberikan masukan yang jauh berbeda dengan anggapan masyarakat selama ini, seolah-olah kalau mau anak pintar sebaiknya lahir denan operasi Caesar. Tindakan operasi pasti sangat praktis karena segera kita dapat melihat bayi lahir, akan tetapi perlu dingat dan dipertimbangkan tindakan operasi mempunyai risiko komplikasi. Lihat berita selanjutnya.
Sayang, keesokan harinya cateter urine yang terpasang pada ibu agak macet. Kantung kemihnya membengkak. Hari berikutnya, di sekitar vulva terus-menerus terasa basah. Setelah diperiksa dengan teliti, ternyata telah terbentuk satu fistula (semacam saluran antara kantung kemih dan vagina, vesico vaginalis). Dari hasil konsultasi dengan urolog diputuskan untuk dilakukan operasi koreksi. Fistula pun berhasil diangkat. Namun, pada saat penyembuhan justru terdapat dua fistula di dekat fistula yang sudah diangkat. Operasi koreksi dilakukan lagi. Setelah sembuh ternyata fistula masih tetap bercokol. Sang urolog pun angkat tangan.
Berbulan-bulan Ibu Lisa menderita karena fistula. Berbungkus-bungkus pamper (pembalut) telah dihabiskannya. Tanpa bahan penyerap ini urinenya akan membasahi tempat tidur atau tempat duduknya. Penderitaan berkepanjangan itu baru berakhir setelah seorang urolog dari Jerman berhasil melakukan operasi pengangkatan fistula.
Pengalaman di atas memang amat jarang terjadi. Namun, kejadian itu bisa menggambarkan bahwa teknik operasi, yang namanya diambil dari nama kaisar Romawi yang lahir dengan pembedahan, Julius Caesar, ini tak sepenuhnya aman. Ada kalanya, operasi untuk mengeluarkan bayi ini menyisakan masalah baru yang tak terduga. Sebaliknya, perlu diakui pula operasi caesar telah banyak menyelamatkan jiwa ibu yang mengalami kesulitan melahirkan.
Perkembangan bedah caesar
Dengan makin majunya perkembangan ilmu kedokteran, bidang teknik pembedahan, anestesi, dan perineonatologi (bidang yang menangani janin berusia 28 minggu sebelum dilahirkan hingga 28 minggu usai dilahirkan), yang berkaitan dengan bedah caesar juga ikut maju pesat. Dalam bidang teknik pembedahan, kini frekuensi ibu yang bisa menjalani operasi caesar dengan aman telah meningkat menjadi empat kali semasa hidupnya. Padahal, sebelumnya cuma bisa tiga kali.
Arah sayatannya pun berkembang. Dulu hanya dikenal teknik operasi caesar klasik (corpora) dengan sayatan membujur dari bawah pusar ke arah tulang kemaluan. Kini sayatan bisa melintang dari kiri ke kanan di atas tulang kemaluan (trans profunda). Secara estetis, teknik pembedahan baru ini lebih baik. Bila hendak mandi matahari dengan cuma mengenakan bikini, bekas operasi dengan sayatan klasik akan tampak pada perut, sehingga orang Malang menyebutnya tidak sulum (baca: mulus) lagi. Sedangkan dengan sayatan trans profunda bekas operasi bisa disembunyikan dari pandangan umum. Luka bekas operasi juga bisa dimanipulasi (tapi halal) agar tidak tampak. Caranya, dengan teknik penjahitan yang sering digunakan oleh ahli bedah plastik.
Dalam bidang pembiusan (anestesia), dulu sering digunakan aether yang berbau merangsang tidak kepalang. Bahkan, bau ini tetap terasa hingga pascaoperasi. Akibatnya, penderitanya mual-mual dan hilang nafsu makan. Kini, telah dikembangkan beberapa obat bius baru yang tidak berbau dan yang bisa disuntikkan langsung ke pembuluh darah atau tulang belakang. Dulu pembiusan juga dilakukan secara menyeluruh, sehingga pasien jadi tergeletak tak sadarkan diri. Kini, pembiusan ini bisa dibuat macam pas foto, hanya setengah badan di bawah pusar. Jadi, yang dibius bisa tetap sadar dan bisa mendengarkan gemerincingnya peralatan bedah yang dipilih atau diletakkan oleh tim bedah selama operasi berlangsung. Si ibu pun bisa mendengar tangisan pertama si bayi yang telah diangkat dari rahimnya.
Dalam bidang perineonatologi juga terjadi perkembangan menarik. Misalnya, bayi yang dilahirkan dengan bobot badan 500 g kini dapat diselamatkan. Bayi prematur yang umumnya mengalami gangguan pernapasan (respiratory distress syndrome) karena kekurangan surfactan subtance (lipoprotein yang memungkinkan paru-paru berkembang selama bernapas) pun kini bisa diselamatkan dengan preparat surfactan subtance, meski untuk itu pasien atau keluarganya mesti merogoh kantung lebih dalam.
Seiring dengan majunya bidang-bidang yang berkaitan dengan operasi caesar, kriteria perlu tidaknya suatu persalinan melalui operasi caesar juga ikut berkembang. Dalam proses persalinan terdapat tiga faktor penentu, yakni power (tenaga mengejan atau kontraksi otot dinding perut dan dinding rahim), passage (keadaan jalan lahir), dan passenger (si janin yang akan dilahirkan).
Mula-mula indikasi operasi caesar hanya karena ada kelainan passage, sehingga kelahiran tidak bisa melalui jalan yang benar, vagina. Namun, akhirnya merambat ke faktor 3P lainnya, yakni power dan passenger. Kelainan power yang memungkinkan dilakukannya operasi caesar, misalnya daya mengejan lemah, ibu berpenyakit jantung atau penyakit menahun lain yang mempengaruhi tenaga. Soal kelainan passenger di antaranya anak terlalu besar, anak "mahal", anak dengan kelainan letak lintang, premi gravida di atas 35 tahun dengan letak sungsang, anak tertekan terlalu lama pada pintu atas panggul, dan anak menderita foetal distress syndrome (denyut jantung janin kacau dan melemah).
Sementara itu kelainan passage yang membuat operasi caesar bisa dilakukan tidak cuma terbatas pada sempitnya panggul, tapi bisa juga lantaran diduga akan terjadi trauma persalinan serius pada jalan lahir atau pada anak. Atau, adanya infeksi di jalan lahir yang diduga bisa menular ke anak, umpamanya herpes kelamin (herpes genitalis), condyloma lata (kondiloma sifilitik yang lebar dan pipih), condyloma acuminata (penyakit infeksi yang menimbulkan massa mirip kembang kol di kulit luar kelamin wanita), hepatitis B, dan hepatitis C.
Indikasi lain yang sulit dipercaya tetapi nyata dan hampir atau sama sekali tidak berhubungan dengan 3P, di antaranya karena ibu tidak ingin keadaan vaginanya agak longgar, atau karena terlalu sayang pada anak sehingga tidak tega membiarkan anak menunggu lahir atau bersusah payah "mendobrak" jalan lahir. Atau, karena percaya adanya hubungan antara saat kelahiran dengan perjalanan nasib. Nasib seakan-akan bisa diatur dengan merekayasa waktu persalinan. Anehnya lagi, kok ada dokter yang mau dilibatkan dalam rekayasa seperti ini.
|
| |||||
Ketidaknyamanan itu berupa putusnya koneksi mikrofon mini yang digunakannya, sehingga untuk beberapa saat ia menunggu masalah itu dapat dibenahi.
Bahkan Presiden Yudhoyono yang duduk di sebelah kiri Bill Gates yang tengah berdiri untuk memberikan pidato, menawarkan untuk menggunakan mikrofon yang dipakainya.
Namun, tak beberapa lama muncul petugas yang memberikan mikrofon besar nirkabel untuk digunakan Bill Gates.
Bill Gates kemudian memberikan pidatonya yang menjelaskan mengenai penelitian uang dilakukan Microsoft di bidang teknologi informasi, terutama soal pengembangan peranti lunak.[L2]
William (Bill) H. Gates is chairman of Microsoft Corporation, the worldwide leader in software, services and solutions that help people and businesses realize their full potential. Microsoft had revenues of US$51.12 billion for the fiscal year ending June 2007, and employs more than 78,000 people in 105 countries and regions.On June 15, 2006, Microsoft announced that effective July 2008 Gates will transition out of a day-to-day role in the company to spend more time on his global health and education work at the Bill & Melinda Gates Foundation. After July 2008 Gates will continue to serve as Microsoft’s chairman and an advisor on key development projects. The two-year transition process is to ensure that there is a smooth and orderly transfer of Gates’ daily responsibilities. Effective June 2006, Ray Ozzie has assumed Gates’ previous title as chief software architect and is working side by side with Gates on all technical architecture and product oversight responsibilities at Microsoft. Craig Mundie has assumed the new title of chief research and strategy officer at Microsoft and is working closely with Gates to assume his responsibility for the company’s research and incubation efforts.
Born on Oct. 28, 1955, Gates grew up in Seattle with his two sisters. Their father, William H. Gates II, is a Seattle attorney. Their late mother, Mary Gates, was a schoolteacher, University of Washington regent, and chairwoman of United Way International.
Gates attended public elementary school and the private Lakeside School. There, he discovered his interest in software and began programming computers at age 13.
In 1973, Gates entered Harvard University as a freshman, where he lived down the hall from Steve Ballmer, now Microsoft's chief executive officer. While at Harvard, Gates developed a version of the programming language BASIC for the first microcomputer - the MITS Altair.
In his junior year, Gates left Harvard to devote his energies to Microsoft, a company he had begun in 1975 with his childhood friend Paul Allen. Guided by a belief that the computer would be a valuable tool on every office desktop and in every home, they began developing software for personal computers. Gates' foresight and his vision for personal computing have been central to the success of Microsoft and the software industry.
Under Gates' leadership, Microsoft's mission has been to continually advance and improve software technology, and to make it easier, more cost-effective and more enjoyable for people to use computers. The company is committed to a long-term view, reflected in its investment of approximately $7.1 billion on research and development in the 2007 fiscal year.
In 1999, Gates wrote Business @ the Speed of Thought, a book that shows how computer technology can solve business problems in fundamentally new ways. The book was published in 25 languages and is available in more than 60 countries. Business @ the Speed of Thought has received wide critical acclaim, and was listed on the best-seller lists of the New York Times, USA Today, the Wall Street Journal and Amazon.com. Gates' previous book, The Road Ahead, published in 1995, held the No. 1 spot on the New York Times' bestseller list for seven weeks.



The computer-effects-laden adventure from Andy and Larry Wachowski managed just $20.2 million over the weekend, according to box-office tracker Nielsen EDI.
The debut fell $15 million below expectations and left it well behind Iron Man, which took in $50.5 million in its second weekend. It was a strong hold for a movie that opened with $98.6 million.
Poor reviews and lackluster tracking made Speed Racer's path an uphill challenge.
"We knew we had issues," says Dan Fellman, distribution chief for Warner Bros., which released the movie. "While I don't expect we'll be able to turn this around to any great degree, I'm hoping (audience reaction) will sustain us during the upcoming weeks through Memorial Day and get us to a respectable place."
But it will be tough to recoup even half of Speed's $120 million budget before this week's Chronicles of Narnia: Prince Caspian and May 22's Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull dominate business.
Speed Racer, industry executives and analysts say, suffered a few weaknesses:
•Narrow marketing. The PG film targeted kids 5-12. "We had a core audience of young boys," Fellman says. "Obviously, just not enough of them."
•A tough genre. Only two animated TV shows have been turned into blockbusters: Last year's The Simpsons Movie and 1998's The Rugrats Movie. "And it looks like a video game in the commercials," says Brandon Gray of Box Office Mojo. "That makes it hard to break out."
•Formidable competition Few saw how big the metal superhero would be. "We had no idea Iron Man would be that strong," Fellman says. "It was a tough weekend. But when you have to choose it that far out in advance, it's hard to change course."
Warner Bros. had launched the largest movie-related toy release in Mattel's history, with more than 1,500 cars, action figures and racetracks to promote the film.
"On Monday, we'll dissect what happened," Fellman says. "But you're not going to win every weekend."
The romantic comedy What Happens in Vegas did $3 million better than expected, taking $20 million and third place. The Patrick Dempsey comedy Made of Honor was fourth with $7.6 million. Tina Fey's comedy Baby Mama was fifth with $5.8 million.
Despite the mixed performance of newcomers, ticket sales for the weekend were 23% ahead of the same weekend last year.
Final figures are due today.
http://usatoday.com/life/movies/news/2008-05-11-boxoffice_N.htm?imw=Y


